FFA Sukses Atasi Kebakaran Hingga 90 Persen

Fire Free Alliance (FFA) merupakan sebuah kelompok yang terdiri atas perusahaan swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), juga kelompok masyarakat sipil, yang dibentuk guna mengurangi potensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Selama periode tahuh 2015 hingga 2016 lalu, FFA telah berhasil menurunkan angka kebakaran yang terjadi di Indonesia, dari 50 persen hingga naik ke angka 90 persen.

FFA yang merupakan program besutan Sukanto Tanoto didirikan bulan Februari tahun 2016. Dan sejak awal memang dibentuk dengan fokus/tujuan untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap bencana kebakaran lahan dan hutan. Dalam program awalnya, FFA mendirikan Desa Bebas Api, yang mana Desa Bebas Api tersebut menjadi wadah untuk melibatkan masyarakat dalam program yang diusung FFA, juga sebagai sarana pemberian edukasi kepada masyarakat bagaimana melakukan pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Terdapat beberapa perusahaan yang juga bergabung menjadi anggota FFA. Perusahaan yang dimaksud yakni APRIL, IDH, Asian Agri, PM, Haze, IOI Group, Musim Mas, Wilmar, serta Sime Darby.

Tanoto mengungkapkan bahwa program Desa Bebas Api telah terbukti dapat secara efektif mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Hal tersebut dikarenakan dalam program Desa Bebas Api, masyarakat akan di edukasi/diingatkan supaya tidak melakukan pembakaran lahan adan hutan.

Salah satu anggota FFA, yaitu PT Wilmar, pada tahun 2016 telah mendirikan 61 Desa Bebas Api yang berada di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. PT Wilmar juga telah melatih sebanyak 15 tim pemadam kebakaran di tiap desa. Tidak hanya itu, bentuk kesiapan lainnya juga dilakukan dengan membekali tim pemadam kebakaran dengan truk pemadam kebakaran.

Setahun berikutnya, PT Wilmar telah berupaya menurunkan jumlah rata-rata terjadinya kebakaran lahan perkebunan yang terjadi sejak tahun 2011 hingga 2015 sebesar 50 persen. Di samping itu, PT Wilmar juga telah mengurangi potensi kebakaran di wilayah penyangga yang letaknya sekitar lima km di luar batas lahan perkebunan. PT Wilmar juga berencana pada tahun 2017 ini akan melakukan penambahan sebanyak sembilan desa yang kemudian akan dibentuk sebagai “Masyarakat Tangguh Api”.

Tidak hanya PT Wilmar, pada tahun 2016 Musim Mas Group juga telah mengikutsertakan sebanyak 71 desa dalam program kampanye FFA. Musim Mas Group juga telah menggelontorkan infrastruktur sejumlah Rp. 25 juta bagi desa yang terbukti bebas dari api, dalam kurun waktu satu tahun berjalannya program FFA. Lalu, pada tahun 2017, Musim Mas Group juga berencana akan mengikutsertakan sejumlah lima desa untuk membentuk program masyarakat bebas api kembali.

Laporan FFA pada tahun 2016 menyebutkan bahwa FFA berhasil memperluas jangkauan untuk mencegah kebakaran hutan secara cepat terhadap sejumlah 218 desa yang berada di seluruh Indonesia. Tujuh puluh tujuh desa di antaranya bahkan telah mendaftarkan diri ke beberapa perusahaan anggota FFA guna melibatkan diri dalam program bebas api yang intensif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *