Cerita Sukses Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto adalah pemilik kelompok bisnis Royal Golden Eagle yang berskala internasional dengan nilai aset mencapai USD18 miliar. Perusahaan yang didirikan Sukanto Tanoto fokus dalam mengelola kekayaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Grup perusahaan RGE memiliki kantor di Singapura, Hong Kong, Jakarta, Beijing, dan Nanjing, serta operasi manufaktur di Cina, Indonesia, dan Brasil. Kantor penjualan RGE terdistribusi meluas secara global dan terwakili di setiap benua. Hingga kini, aset RGE di seluruh dunia lebih dari 18 miliar dolar Amerika dan memiliki 60.000 karyawan di seluruh dunia.

Sukanto Tanoto lahir di Belawan, 25 Desember 1945, berasal dari keluarga sederhana dan pekerja keras. Sukanto menikah dengan Tinah Bingei dan dikaruniai empat orang anak. Pada tahun 1997, Sukanto Tanoto memilih untuk menetap di Singapura dengan keluarganya, mendirikan kantor pusat perusahaannya di negara itu sebagai batu loncatan untuk mengembangkan perusahaannya secara global. Namun, dia tetap memegang paspor dan kewarganegaraan Indonesia serta tetap berkontribusi secara signifikan untuk perkonomian Indonesia. Bisnisnya sekarang terus meluas dan bertumbuh, menciptakan nilai dan mempengaruhi orang-orang di seluruh dunia.

Bersama istrinya, Sukanto Tanoto mendirikan Tanoto Foundation yang memiliki tujuan untuk mengurangi kemiskinan dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Didasari oleh keinginan kuat para pendiri yayasan ini untuk melakukan kebaikan bagi masyarakat, membangun modal sosial menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka. Filantropis pun terasa begitu alami ketika dilakukan dengan tanpa mengharapkan imbalan.

Menjadi seorang pemimpin yang visioner, Sukanto Tanoto memiliki rencana untuk membantu mengurangi kemiskinan melalui berbagai program yang terstruktur melalui Tanoto Foundation. Ada tiga fokus utama yayasan ini: Pendidikan, Pemberdayaan masyarakat, dan Peningkatan kualitas hidup. Sebagai bagian dari program pendidikan, Tanoto Foundation memberikan beasiswa kepada para pelajar dan pelatihan guru untuk memastikan bahwa pendidikan yang berkualitas tersedia untuk para pelajar.

Program-program pemberdayaan meliputi memfasilitasi pengembangan berbagai bisnis kecil di area pedesaan dan pelatihan kejuruan untuk para petani mengenai sistem pertanian baru. Program-program peningkatan meliputi berbagai fasilitas perbaikan bagi masyarakat lokal seperti pos-pos kesehatan, pembangunan sekolah-sekolah, penyediaan buku-buku di sekolah dan berbagai peralatan lainnya. Meskipun program yang terstruktur itu baik, tapi kita semua tahu bahwa ada kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang bersifat mendadak dan khusus yang disebabkan bencana alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *